Sayyidina Hasan Bin 'Ali Bin Abi Thalib Ra
Sayyidina Hasan ini adalah seseorang yang paling mirip
dengan beliau Rasulullah SAW.beliau adalah seorang Wali Qutub Ghouts yang
memegang pemerintahan dzohir dan batin setelah wafat ayahnya. Maka beliau
berpangkat sebagai pendamai dan penyatu umat. bermula dari terbunuhnya khalifah
Utsman Ra. Lalu sahabat muawiyah menuntut sayyidina Ali karamallahu wajhah.
terus berkelanjutan kaum muslimin terpecah menjadi dua golongan yang selalu
bersengketa dan siap perang sampai kekhalifahan
dipegang oleh Sayyid Hasan ini.
Beliau lahir tahun 3 Hijriyah dan Kanjeng Nabi Saw sempat
mengadzani di telinganya dan memberi nama Al Hasan. Beliau Wafat tahun 50
Hijriyah dan disemayamkan di Al Baqi' Madinah. Beliau seorang yang sangat arif
dan bijaksana, dermawan dan wira'i. Kewira'iannya sampai beliau tidak mau dunia
dan rela melepas pangkatnya menjadi khalifah karena Allah (Lillahi Ta'ala) dan
demi menjaga agar tidak terjadi pertumpahan darah di kalangan muslimin.
Ketika masa kecilnya
pernah Nabi Saw sedang menjalankan salat
menjadi imam bersama para sahabat, beliau sujud datanglah Sayyid Hasan ini
kemudian menunggang pada leher atau punggung beliau Nabi kemudian Baginda Nabi
bangun dengan pelan-pelan. Setelah selesai mendirikan Shalat para sahabat
seraya bertanya:
"Duhai Rasulallah, mengapa engkau memperlakukan anak
ini tidak sama dengan (memperlakukan) orang-orang lain?"
Jawab Rasulullah:
"Anak ini adalah bunga wangi ku. putraku ini adalah
putra mahkota dan kelak dengan putraku ini Allah akan mendamaikan kembali dua
golongan yang (saling) bermusuhan"
Sabda beliau Nabi Saw ini memang terbukti setelah Sayid
Hasan memegang jabatan khalifah menggantikan ayahnya. Setelah ayahnya terbunuh
maka kaum muslimin terpecah menjadi dua golongan yang selalu berkobar siap
perang dan sama kuatnya. Langkah terakhir setelah sahabat Muawiyah siap perang
dan berangkat dari Syam dan begitu juga berangkatlah Sayyid Hasan untuk
menghadapinya. akan tetapi setelah terlihat berdekatan dan beliau (Sayyid
Hasan) melihat bahwa kedua golongan ini sama kuatnya dan tidak akan ada yang
menang kalau tidak melalui pertumpahan darah yang banyak sekali, lalu beliau
mengirim utusan untuk menghadap ke Muawiyah perlu menyerahkan kekhalifahannya
kepada muawiyah dan meminta agar hendaknya tidak ada tuntutan apapun.Maka
kemudian sahabat Muawiyah menerimanya dan kemudian menjadi damai semua. Umat
Islam kembali kompak bersatu padu,peristiwa ini terjadi pada tahun 41 Hijriyah
sehingga dinamakan 'Amul Jama'ah (tahun kekompakan).
Beliau terhadap harta bendanya semua diinfakkan dengan
habis-habisan dan ini sampai terjadi dua kali dan sehingga termasuk juga alas
kakinya yang sebelah sedang beliau hanya memakai alas kaki sebelahnya yang
lain.
Beliau berkata: "Aku malu dengan Tuhan Allah, akan mati
kok belum pernah berjalan menuju rumahnya (Yani ke Ka'bah di Makkah untuk
berhaji)."
kemudian beliau
berangkat berjalan kaki dari Madinah sampai Mekkah dan hal ini terjadi
berulang-ulang sampai 20 kali.
Sabdanya kepada putra- putranya:
"Tuntutlah ilmu, jika belum bisa hafal (maka) tulislah dan simpan di rumah kalian
semua". Sekian.
ุฑุถู ุงููู ุชุนุงูู ุนูู ูููุนูุง ุจุฃุณุฑุงุฑู ูุฃููุงุฑู ูุนููุงู
ู ูู ุงูุฏูู ูุงูุฏููุง ูุงูุขุฎุฑุฉ
ุจุณุฑ ุงููุงุชุญุฉ
*Referensi:*
# Manaqib 50 Wali Agung
Komentar
Posting Komentar