Sayyidina Hasan Bin 'Ali Bin Abi Thalib Ra๐Ÿ’•๐Ÿ’


   Sayyidina Hasan ini adalah seseorang yang paling mirip dengan beliau Rasulullah SAW.beliau adalah seorang Wali Qutub Ghouts yang memegang pemerintahan dzohir dan batin setelah wafat ayahnya. Maka beliau berpangkat sebagai pendamai dan penyatu umat. bermula dari terbunuhnya khalifah Utsman Ra. Lalu sahabat muawiyah menuntut sayyidina Ali karamallahu wajhah. terus berkelanjutan kaum muslimin terpecah menjadi dua golongan yang selalu bersengketa dan siap perang sampai kekhalifahan  dipegang oleh Sayyid Hasan ini.

 

Beliau lahir tahun 3 Hijriyah dan Kanjeng Nabi Saw sempat mengadzani di telinganya dan memberi nama Al Hasan. Beliau Wafat tahun 50 Hijriyah dan disemayamkan di Al Baqi' Madinah. Beliau seorang yang sangat arif dan bijaksana, dermawan dan wira'i. Kewira'iannya sampai beliau tidak mau dunia dan rela melepas pangkatnya menjadi khalifah karena Allah (Lillahi Ta'ala) dan demi menjaga agar tidak terjadi pertumpahan darah di kalangan muslimin.

 

 Ketika masa kecilnya pernah  Nabi Saw sedang menjalankan salat menjadi imam bersama para sahabat, beliau sujud datanglah Sayyid Hasan ini kemudian menunggang pada leher atau punggung beliau Nabi kemudian Baginda Nabi bangun dengan pelan-pelan. Setelah selesai mendirikan Shalat para sahabat seraya bertanya:

"Duhai Rasulallah, mengapa engkau memperlakukan anak ini tidak sama dengan (memperlakukan) orang-orang lain?"

Jawab Rasulullah:

"Anak ini adalah bunga wangi ku. putraku ini adalah putra mahkota dan kelak dengan putraku ini Allah akan mendamaikan kembali dua golongan yang (saling) bermusuhan"

Sabda beliau Nabi Saw ini memang terbukti setelah Sayid Hasan memegang jabatan khalifah menggantikan ayahnya. Setelah ayahnya terbunuh maka kaum muslimin terpecah menjadi dua golongan yang selalu berkobar siap perang dan sama kuatnya. Langkah terakhir setelah sahabat Muawiyah siap perang dan berangkat dari Syam dan begitu juga berangkatlah Sayyid Hasan untuk menghadapinya. akan tetapi setelah terlihat berdekatan dan beliau (Sayyid Hasan) melihat bahwa kedua golongan ini sama kuatnya dan tidak akan ada yang menang kalau tidak melalui pertumpahan darah yang banyak sekali, lalu beliau mengirim utusan untuk menghadap ke Muawiyah perlu menyerahkan kekhalifahannya kepada muawiyah dan meminta agar hendaknya tidak ada tuntutan apapun.Maka kemudian sahabat Muawiyah menerimanya dan kemudian menjadi damai semua. Umat Islam kembali kompak bersatu padu,peristiwa ini terjadi pada tahun 41 Hijriyah sehingga dinamakan 'Amul Jama'ah (tahun kekompakan).

 

Beliau terhadap harta bendanya semua diinfakkan dengan habis-habisan dan ini sampai terjadi dua kali dan sehingga termasuk juga alas kakinya yang sebelah sedang beliau hanya memakai alas kaki sebelahnya yang lain.

 

Beliau berkata: "Aku malu dengan Tuhan Allah, akan mati kok belum pernah berjalan menuju rumahnya (Yani ke Ka'bah di Makkah untuk berhaji)."

 kemudian beliau berangkat berjalan kaki dari Madinah sampai Mekkah dan hal ini terjadi berulang-ulang sampai 20 kali.

Sabdanya kepada putra- putranya:

"Tuntutlah ilmu, jika belum bisa hafal (maka)  tulislah dan simpan di rumah kalian semua". Sekian.

ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุนู†ู‡ ูˆู†ูุนู†ุง ุจุฃุณุฑุงุฑู‡ ูˆุฃู†ูˆุงุฑู‡ ูˆุนู„ูˆุงู…ู‡ ููŠ ุงู„ุฏูŠู† ูˆุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆุงู„ุขุฎุฑุฉ ุจุณุฑ ุงู„ูุงุชุญุฉ

*Referensi:*

 

# Manaqib 50 Wali Agung

Komentar